Pentingnya Menciptakan Rutinitas Makan Bersama

Saya dan suami sama-sama suka makan dan kulineran. Sebisa mungkin kami selalu menyempatkan diri untuk makan bersama baik di rumah maupun di luar rumah, entah itu sarapan, makan siang, atau makan malam. Saat Arga mulai MPASI dengan metode BLW, otomatis anggota meja makan kami bertambah satu orang. Apa yang kami makan, dia ikut makan (tapi tentu dengan bumbu dan potongan yang disesuaikan, ya). Kegiatan makan tentunya jadi lebih seru, walaupun seringkali melatih kesabaran juga hahaha. Nah, terlepas dari apapun metode MPASI kita, rutinitas makan bersama sejak awal pengenalan solid adalah hal yang sebaiknya dibiasakan. Karena pola makan yang sehat berawal dari meja makan keluarga 🙂

Bayi adalah peniru ulung

Ini sudah bukan fakta mengejutkan lagi ya. Kita semua tahu bahwa bayi suka meniru orang di sekitarnya. Dari sanalah dia belajar untuk bicara, menyanyi, menari, dan…. makan! Kurang lebihnya begini, kita ingin anak kita “pintar makan”? Maka tunjukkan betapa nikmatnya makan. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan benar2 makan, bukan pura2 😀 Termasuk juga memberi contoh untuk makan buah dan sayur secara rutin. Jika terbiasa makan bersama sejak awal, bayi akan merasa lebih senang dengan kegiatan makan dan nanti dengan sendirinya akan “pintar makan”.

Ada kalanya Arga ngga tertarik dengan makanannya. Maunya ikut makan dari piring saya, walaupun makanannya sama 😂 ini juga salah satu keuntungan makan bersama, kita bisa sharing. Tapi artinya  orangtua harus siap mengubah pola makannya menjadi pola makan sehat. Karena sekali lagi, bayi cenderung akan menikmati makanan yang biasa dikonsumsi oleh orangtuanya.

Bayi akan mengerti bahwa makan adalah kebutuhan

Lewat rutinitas makan bersama, bayi akan mengerti bahwa makan adalah kebutuhan semua orang. Tentu ya dia juga punya rasa lapar dan haus, tapi makan sendirian rasanya ngga seenak makan bersama. Sendirian artinya cuma dia yang makan gitu ya, orang di dekatnya tidak (hanya nyuapin atau ngeliatin). Bayangkan kita yang dewasa, gimana rasanya makan sendirian sambil dilihatin? Apalagi kalau dilihatinnya pakai tatapan-tatapan penuh harap untuk makan yang banyak 😂 ini bisa membuat mereka kurang termotivasi untuk makan karena makan dianggap sebagai sebuah kewajiban, bukan kebutuhan.

MPASI adalah masa transisi ke makanan keluarga

Saya menganut paham bahwa ketika anak memasuki usia 1 tahun, dia sudah harus bisa makan makanan keluarga (yang sehat). Jadi ngga ada yang namanya makanan bayi dan makanan dewasa. Makanan ya makanan, walaupun mungkin tetap harus ada penyesuaian dari segi bumbu. Mungkin ada yang setuju dengan paham ini dan ada yang engga, yang penting kita jangan saling nge-judge dan anak tetap dikasih makan ya, hehehe. Jika sejak awal MPASI kita sudah menciptakan rutinitas makan bersama, maka transisi dari MPASI ke makanan keluarga di usia 1 tahun bisa lebih cepat tercapai karena anak melihat secara langsung proses makan keluarga.

Jangan jadikan makan sebagai power struggle

Power struggle tidak. akan. pernah. berhasil. Semakin kita memaksa anak untuk makan, semakin mereka tidak mau makan. Tugas kita adalah menyediakan pilihan makanan sehat di atas meja makan, dan tugas mereka adalah menentukan seberapa banyak mereka mau makan. Biarkan anak menemukan chemistry-nya sendiri dengan makanan. Bagi yang memilih metode spoonfeeding, menyuapi lah dengan santai sambil memperhatikan cue anak, dan biarkan mereka bereksplorasi dengan makanannya. Hargai keputusan mereka, walaupun mereka memilih untuk tidak makan di satu waktu. Apa hubungannya dengan makan bersama?

Makan bersama membuat kita dan anak lebih rileks. Anak ngga mau makan? Ya sudah, kita aja yang makan hahaha. Kalau Arga sedang ngga mood makan, saya tetap makan seperti biasa sambil bercerita sama dia rasa makanan saya. (Seringnya) dia akan bosan sendiri lihatin saya makan dan akhirnya ikutan makan juga. Saya percaya bayi sangat sensitif terhadap apa yang dirasakan oleh orang di sekitarnya Itulah mengapa kalau kita bawaannya stress saat memberi mereka makan, bayi juga ngga akan menikmati dan menolak. Karena itu, sangat penting untuk menciptakan suasana makan yang menyenangkan.

.

Tentu kita semua ada kekhawatiran anak tidak cukup makan atau mengalami ADB (Anemia Defisiensi Besi). Tapi jangan sampai kekhawatiran kita ini justru membuat anak menjadi trauma makan dan, sekali lagi, merasa makan adalah sebuah kewajiban. Percayalah, jika kita mengajarkan cara makan yang benar, anak akan makan dengan sendirinya saat ia siap. Makan itu adalah proses yang menyenangkan, itulah yang harus kita tanamkan kepada anak sejak dini. Salah satunya adalah dengan menciptakan rutinitas makan bersama yang sudah saya bahas di atas. Jika sudah lebih besar, kita bisa ajak mereka untuk ikut menyiapkan makanannya. Kita juga jangan berpikir bahwa anak harus makan banyak SETIAP KALI. Tidak ya, anak memiliki pola makan yang unik; ada saatnya mereka makan sedikit, tapi ada juga saatnya mereka akan makan banyak. Jika dilihat dalam jangka waktu tertentu, kita akan mendapati mereka cukup makan. Ya, cukup, tidak perlu berlebih 🙂

.

Lalu bagaimana dengan ibu yang bekerja? Ini memang susah-susah gampang ya, karena kita harus memberi pengertian ekstra terhadap orang yang kita percayakan untuk menjaga anak. Saya pribadi selalu meminta siapapun yang menjaga Arga saat saya pergi untuk ikut makan ketika Arga makan, tetap makan di meja, dan tidak memaksa Arga untuk makan kalau memang sedang tidak mood. Saya biasanya bilang untuk coba lagi 30 menit kemudian. Ngga semua orang bisa mengerti ini, makanya saya bilang susah-susah gampang, hehe tergantung kepada siapa kita menitipkan anak selama kita beraktivitas di luar rumah. Yang penting setiap kita bersama anak, selalu sempatkan untuk makan bersama ya – walaupun cuma bisa ketika sarapan, makan malam, atau weekend sekalipun. Selamat makan bersama keluarga! 🙂

One thought on “Pentingnya Menciptakan Rutinitas Makan Bersama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s