Mengajak Anak Nonton Bioskop – Ya atau Tidak?

Salah satu hobi yang harus saya ‘relakan’ ketika punya anak adalah nonton bioskop. Udah ngga bisa lagi sering-sering ke bioskop untukΒ nonton film baru. Mungkin ada yang senasib? Hehe. Kebetulan pas lagi hamil Arga saya dan suami hijrah ke Jerman untuk S2. Disana, keadaan ngga memungkinkan bagi kami untuk nonton bioskop karena selain tiket yang mahal, kebanyakan film juga didubbing ke dalam bahasa Jerman tanpa subtitle. Oh pusing.. apalagi pas Arga lahir, makin ngga mungkin karena peraturan disana sangat ketat bahwa anak di bawah 4 tahun tidak boleh masuk bioskop πŸ˜„

Berbeda dengan di Indonesia, membawa bayi dan balita ke bioskop sudah jadi hal yang lumrah. Peraturannya hanya mengenai tiket, bahwa anak di atas 2 tahun harus membeli tiket sendiri. Gimana kalau anak diajak nonton film 17 tahun ke atas? Monggo ngga apa2 kata mbak/masnya, masa orangtuanya mau dilawan 😬 saya sendiri juga silakan2 aja ya kalau orangtua mau bawa bayi atau balita ke dalam bioskop, mau nonton film apapun juga silakan (kali aja anaknya emang suka film horror), itu hak prerogatif mereka. Saya tahu banyak orangtua yang penat di rumah pingin dapet hiburan, tapi anak ngga bisa dititipin ke siapa2. Satu2nya jalan anak diajak ikut masuk bioskop. Jadi bawa anak ke bioskop – ya atau tidak? Saya sih, iya. Tapi… ada tapinya πŸ˜‹

1. (Usahakan) menonton film yang sesuai dengan kategori umur anak

Baru-baru ini Arga saya ajak nonton “Moana”, yang menurut kategori umur adalah untuk semua umur (SU). Ini pengalaman kedua saya bawa Arga nonton bioskop. Yang pertama dulu nonton “Ice Age” pas umur 1 tahun 4 bulanan, tapi ngga saya hitung nonton karena dia tidur dari sejak lampu mati sampai lampu nyala lagi πŸ˜… jadi ini pertama kalinya dia benar2 bangun saat nonton film. Hasilnya gimana nanti saya ceritain di bawah ya.

Kenapa menonton sesuai kategori umur itu penting? Supaya anak bisa menikmati filmnya dan menghindari mereka belajar hal-hal yang tidak pantas dari film dewasa (kecuali anaknya tidur pules les les dari awal sampai abis kayak Arga hihi). Film dewasa cenderung lebih panjang juga dari film anak-anak, sehingga anak cepat bosan kalau harus duduk lama di bioskop.

2. Pilih jam yang tepat

Kalau nanton malem minggu pas bioskop lagi ramai-ramainya, saya sendiri agak malas bawa anak. Saya prefer untuk memilih waktu nonton ketika bioskop sedang tidak begitu ramai, misalnya hari biasa atau siang hari. Lebih santai dan ngga harus mepet-mepetan di bioskop (emang bis πŸ˜…).

Selain itu, pastikan juga anak tidak dalam keadaan capai. Atau pas ngantuk sekalian kayak Arga biar tidur hahaha. Mood anak menentukan sekali ya keberhasilan kita nonton bioskop tanpa gangguan yang berarti (termasuk untuk orang lain juga).

3. Jangan sampai ganggu penonton lain

Nah, ini hal yang penting banget menurut saya. Siapa sih yang suka waktu nontonnya diiringi tangisan atau jeritan anak? Udah bayar mahal-mahal untuk duduk tenang kan. Kita harus menghormati penonton lain juga supaya mereka ngga terganggu. Makanya kenapa lebih enak memilih waktu nonton saat bioskop sedang tidak begitu penuh, less people to think about. Kalau anak sampai menangis dan mengganggu penonton lain, saya sendiri memilih keluar. Toleransi ya moms. Kita ngga bisa bilang “namanya juga anak-anak”, karena bioskop adalah tempat umum dan peraturannya orang dilarang berisik saat film berlangsung – sebisa mungkin kita harus menghargai itu. Risiko bawa anak ke bioskop, ya harus siap keluar kalau anak ngga betah atau protes.

Pengalaman saya beberapa kali nonton film dewasa ada saja anak yang nangis atau membuat gaduh saat film berlangsung. Biasanya orang akan mulai bilang “ssstt…”. Saya yakin sih teguran itu buat orangtuanya, bukan buat anaknya. Kita ngerti kalau anaknya mungkin ngga betah atau bosan, terus kok dibiarkan gitu sampai mengganggu yang lain? Waktu nonton Moana kemarin juga ada beberapa orangtua yang terpaksa bolak balik selama film berlangsung karena anak menangis. Salut, mereka menyingkir sebentar keluar!

4. Pilih tempat duduk yang nyaman

Saya pernah baca, suara dan cahaya dari layar bioskop itu cukup besar dan terang untuk telinga dan mata anak yang masih sensitif. Jadi kalau bisa pilih yang tempat duduk di belakang dan jangan mepet tembok. Saya kemarin sempat nutupin kuping Arga juga sih kalau saya rasa suaranya masih kegedean, supaya dia ngga kaget dan takut. Bayi di sebelah Arga sempat nangis pas iklan Dolby di awal film yang super kencang itu diputar. Sebagai alternatif, bisa juga pakein earplug atau penutup kuping supaya suara yang masuk tidak terlalu kencang.

5. Bawa amunisi yang tepat

Walaupun rata-rata film cuma 1,5 jam, AC bioskop suka bikin kedinginan. Daripada kedinginan terus anak rewel, sekalian aja ya pakein baju yang hangat. Terus sedia snack juga kayak biskuit atau semacamnya supaya anak bisa ngemil kalau mereka bosan. Arga kemarin pertama kali nyobain popcorn 🍿! Hehehe.

Makan popcorn

Lalu gimana hasil nonton Moana bareng Arga? Awal-awal masuk bioskop dia excited banget ya, joged-joged pas lagu sebelum iklan diputar. Asik liatin dan manggilin orang-orang yang lagi nyari tempat duduknya.. “om.. kakak..” yah πŸ˜‚ terus begitu mulai gelap, iklan dimainin, dia duduk anteng di pangkuan saya sambil makan biskuit (saya nonton bertiga aja sama mbak di rumah). Masuk setengah film, dia keliatan mulai bosan dan ngantuk, udah pasang muka-muka mau nangis. Akhirnya saya susuin, dan blas tidur lagi loh dia… sampai film abis dan lampu nyala. Hahaha. Itung-itung tidur sore gratis dan emaknya dapet hiburan. Pas udah keluar, saya tanya, “Arga nonton film apa tadi?”, dia jawabnya, “Bus!”. Lalala, selamat menonton! 😊

Arga dan mbak

 

PS: saya sukaaa banget filmnya, bagus dan sangat bermoral! Nonton deh πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s