5 Tips Memulai BLW

Siap tidak siap, ketika anak memasuki usia enam bulan, kita para ibu dihadapkan dengan yang namanya masa MPASI. Say goodbye to those early months of exclusive breastfeeding/formula! Hiks, sedih kok anak cepet banget gedenya. Oh well, mari kita mulai tahap selanjutnya dengan penuh suka cita ๐Ÿ™ƒ Masa MPASI ini adalah masa yang penting sekali ya, karena pada masa ini anak sedang berkembang dengan pesatnya, sehingga mereka perlu didukung dengan nutrisi yang tepat. Dengan begitu banyaknya aliran MPASI di luar sana (ngga tau sih sebenernya hehe) yang paling populer saat ini adalah spoon feeding dan baby-led weaning. Mungkin bagiย yang pernah baca di Instagram perjalanan awal saya memulai MPASI untuk Arga, pasti sudah tahu bahwa saya memilih metode BLW sejak hari pertama MPASI. Yang penasaran kenapa, bisa cek di Instagram A Toddler’s Food Diary dengan hashtag #ceritablwbabyarga, walaupun sebenarnya dia udah bukan bayi lagi sekarang hihihi.

Dalam post ini, saya mau share lima tips utama untuk memulai BLW. Here they are:

1. Percaya diri

Yes, hal ini sangat penting bagi semua yang terlibat dalam pengasuhan anak sehari-hari. Kalau orangtua atau yang mengasuh aja ngga PD dengan metodenya, gimana anak mau PD gitu ya. Gimana caranya supaya kita bisa yakin dan mantap? Banyak baca, sharing informasi, ngobrol, konsultasi, nonton video tutorial, daaaan lain lain. Ini adalah amunisi kita. Kalau hanya sekedar ikut-ikutan tren tanpa mau cari informasi yang lengkap, dikhawatirkan malah nanti kitanya goyah maju mundur ngga jelas. Misalnya, sudah harus tahu bedanya “gagging” dan “choking”, syarat-syarat utama BLW apa, bentuk potongan makanannya gimana, jenis makanannya apa, dan jadwal makannya gimana. Semakin banyak informasi yang kita tahu, kita akan semakin PD dengan metode pilihan kita. Rasa PD ini juga akan menular ke anak yang membutuhkan banyak dukungan pada masa transisi dari masa ASI/sufor eksklusif ke masa MPASI. Salah satu buku yang bisa saya rekomendasikan untuk A-Z mengenai BLW adalah buknya Gill Rapley dan Tracey Murkett yang berjudul Baby-Led Weaning dan Baby-Led Weaning Cookbook.

51w5ifarz8l-_sx258_bo1204203200_blw-cover

2. Siap kotor dan berantakan

Ini adalah penggoyah iman nomor 1 dalam perjalanan BLW saya dan Arga. Berantakannya ituu…….. sulit dijelaskan dengan kata-kata (walaupun ngga selalu setiap hari dan setiap saat). Kalau ada yang bisa bantu bersih-bersih di rumah, berbahagialah. Tapi waktu itu saya ngga punya (curhat), jadi dapur yang menyatu dengan meja makan hampir selalu jadi kapal pecah. Tapi ya, namanya udah niat dan saya udah tau pasti bahwa akan kotor dan berantakan dalam prosesnya, saya udah siapin mental. Ini juga bisa diminimalisir dengan peralatan yang tepat, misalnya: suction plate, celemek yang mudah dibersihkan, high chair yang mudah dibersihkan, serta taplak atau koran bekas yang diletakkan di bawah highchair supaya lebih mudah membersihkan lantainya. Untuk suction plate, saya rekomen EzPz Happy Mat, sedangkan untuk high chair, saya pakai high chair dari IKEA karena sangat simpel dan gampang juga dibersihinnya. Soal celemek, Arga ngga suka pakai celemek jadi saya ngga bisaย rekomenย apa-apaย hahaha.

3. Keep it simple but healthy (and nutritious)

BLW mengedepankan yang namanya family meal atau table food. Kasarnya, ngga ada yang namanya makanan bayi dan makanan dewasa. Tapi disini kita bicara soal real food ya, bukan junk food atau processed food dan sejenisnya. Dan selain itu, makanan ituย juga masih harus disesuaikan dari segi bumbu, potongan, dan cara penyajiannya untuk bayi.ย Tipsย saya ketika memulai BLW adalah berikan makanan yang sama dengan apa yang dimakan oleh keluarga, dengan catatan di atas tadi. Misalnya, saya mau makan nasi goreng ayam siang ini. Untuk Arga saya sisihkan sedikit nasinya jadi nasi kepal, ayamnya saya jadikan chicken finger, lalu timunnya saya berikan dalam potongan stick. Jadi simpel yah, ide makanan bayi bisa diambil dari ide makanan kita sendiri. Terkadang, kalau kita sengaja buat makanan spesial dengan sepenuh hati khusus untuk mereka, kadang nih ya, malah ngga dimakan ๐Ÿ˜…๐Ÿค” Begitu makan makanan yang sama dengan orang di sekitarnya, malah lahap! Tapi otomatis, kita harus siap mengubah pola makan kita jadi pola makan sehat dan bergizi. Ini justru bagus menurut saya, karena kita jadi terpacu untuk ikut makan sehat dan bergizi demi anak. Penting diingat juga bahwa salah satu asupan terpenting dalam masa MPASI adalah zat besi, jadi dahulukan makanan yang mengandung zat besi sejak awal seperti daging, ayam, telur, seafood, sayuran hijau, dll; selama tidak ada reaksi alergi.

4. Sabar, sabar, sabar

BLW membutuhkan banyaaak kesabaran. Sabar nunggu anak ngacak-ngacak makanannya dulu baru dimakan, sabar nunggu anak mau duduk di high chair, sabar menghadapi anak yang cuma buang-buang, remek-remek makanannya terus ngga dimakan, sabar bersihin sisa makanannya, sabar jangan sampai ada power struggle dalam urusan makan, dan masih banyak lagi. Ada sih, anak yang langsung pinter makan dari hari pertama, tapi banyak juga yang ngga langsung siap. Nah ini kita harus pintar membaca mood anak. Kapan dia moodnya baik, kapan dia ngga mood, kapan dia lapar, kapan dia kenyang, dan sebagainya. Perjalanan BLW saya isinya penuh dengan trial and error. Tapi ngga papa, itu kan proses yah. Ingat juga bahwa anak ngga harusย selalu makan banyak setiap kali makan. Ada saatnya mereka makan sedikit, ada saatnya mereka makan banyak. Pada akhirnya, kebutuhan nutrisi mereka seringkali akan terpenuhi juga jika kita konsisten memberikan variasi makanan sehat. Apalagi di bawah usia 1 tahun sebagian besar nutrisi mereka masih tercukupi dari ASI (tapi bukan berarti ASI saja cukup). Jadi berikan makanan pendamping yang tepat dan jangan lupa di setiap tahap untuk selalu berkonsultasi dengan dokter mengenai perkembangan anak ๐Ÿ™‚

5. Jangan taruh terlalu banyak makanan di atas meja

Variasi makanan memang penting, tapi meletakkan terlalu banyak jenis makanan di atas meja malah bisaย membuat anak yang sedang belajar makan jadi kebingungan. Menurut saya, paling maksimal tiga jenis makanan sudah cukup untuk permulaan. Satu atau dua jenis juga oke. Dengan itu, anak jadi bisa lebih konsentrasi dengan makanannya.

Yang terkahir, penting ngga penting, take a lot of photos and videos! Serius, saya kehilangan banget momen-momen awal Arga BLW karena saya terlalu fokus sama proses makannya dia sampai lupa ambil foto. Huhu sekarang sedih karena ngga banyak foto yang menceritakan perjalanan BLW dia di bulan-bulan pertama. Maybe for the next one ya ๐Ÿ˜‰

Love,

Mom @atoddlersfooddiary

5 thoughts on “5 Tips Memulai BLW

  1. Hai Mama, sy baru belajar blw. Oh iya, jk diawal pertama kali baby mulai Mpasi, yg dianjurkan adlh mpasi yg encer.krn proses penyerapan didlm perut msh baru adaptasi. nah kalo diawal sdh diberikn yg nasi kepal, ayam, dll. itu bagaimana mam? aman utk perut baby yg baru kenalan dg makanan selain asi?

    Like

    1. Hai mom, maaf telat banget jawabnya. Saya baru baca commentnya lagi pas buka blog ๐Ÿ™๐Ÿป Dari banyak sumber yang saya baca, jaman dulu anak mulai diberikan MPASI rata2 di usia 4 bulan atau bahkan kurang, yang tentunya pada usia itu proses pencernaan mereka belum sempurna dan anak belum bisa duduk tegak. Karena itu makanan yang diberikan harus bertekstur encer dan disuapi. Tapi saat ini rekomendasi ASI eksklusif adalah 6 bulan, yang artinya MPASI baru pertama kali diberikan saat bayi usia 6 bulan. Di usia ini, proses pencernaan dianggap sudah mampu mencerna makanan solid dan postur tubuh anak juga sudah bisa duduk tegak (yang sangat penting untuk memulai BLW). Makanan yang diberikan pertama kali tentunya makanan2 yang alami tanpa banyak proses dan campuran ya, jadi sama saja seperti memberikan MPASI bubur hanya dalam bentuk solid ๐Ÿ˜Š dan anak juga biasanya tidak akan langsung makan banyak, karena yang utama masih susu, jadi umumnya tidak akan mengganggu pencernaan.

      Like

  2. Hi mama Arga..
    Anak saya skrg usia 8 bln. Saya mulai SF dan pernah 2x coba BLW (tapi ga full, cuma utk finger food aja). Krn ank saya sering bapil, tiap mau BLW saya ga tega. Dia udh mulai GTM saat disuapin bubur.

    Nah skrg saya mau memberanikan diri buat masuk ke BLW. Ga telat kan ya? ๐Ÿ˜‚
    1. Trs, kalau anak sedang sakit gtu, BLW masih bisa diteruskan or…?
    2. Kalau anak sdg sakit, sebaiknya menu BLW apa ya yg cocok?

    Terima kasih mama.. ๐Ÿ˜Š

    Like

    1. Hi mbak Tisha.. sebenernya untuk BLW ngga ada yang telat, karena konsep dasarnya kan hanya mengikuti panduan bayi untuk seberapa banyak dia mau makan (bukan kita yang menentukan takarannya hehe). Mungkin awal2 bisa dikombinasikan juga dgn SF, selama anaknya ngga kepaksa ๐Ÿ˜‰
      Kalau anak sakit, pada umumnya nafsu makan akan menurun ya. Arga jg dulu biasa lebih banyak nyusu kalau sakit (apalagi anak mbak baru 8 bulan). Jadi ngga usah terlalu khawatir soal makan harus banyak. Banyakin asupan buah untuk daya tahan tubuh dan protein/zat besi. Kalau karbo yg enak digenggam bisa kentang atau ubi ๐Ÿ˜Š bubur yang kental juga bisa dikasih loh, saya dulu pakau sendok numnum dips untuk Arga untuk self-feeding ๐Ÿ˜Š
      Semoga membantu ya..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s