Sweet Tooth Pada Balita

Weekend kemarin, untuk pertama kalinya saya ngasih cotton candy ke Arga pas lagi di pasar rakyat Hamburg. Karena kebetulan saya dan suami kurang suka makanan manis (#teamasin), Arga juga jadi jarang kami berikan makanan manis. Makanya momen ngasih cotton candy ini patut diabadikan haha.

IMG_9996

Pernah denger ngga, katanya kalau keseringan makan makanan manis, anak jadi malas makan? Saya pribadi cukup setuju dengan pemahaman ini. Anak yang punya sweet tooth punya kecenderungan maunya makan yang manis-manis terus, dan malas makan makanan yang ‘hambar’ lainnya. Belum lagi kalau gulanya pakai pemanis buatan, yang kalau dikonsumsi berlebihan bisa berdampak buruk pada kesehatan gigi dan tubuh. Bahkan pernah ada seorang ibu yang curhat kalau dokter anaknya mengingatkan supaya anaknya ngga dikasih buah berlebihan, karena buah juga mengandung gula – walaupun gula alami (ini dokternya yang lebay apa gimana ya 😂). Tapi intinya, makanan manis sebaiknya memang dibatasi konsumsinya supaya anak tetap mau mengkonsumsi gizi seimbang dan terhindar dari dampak buruk gula.

IMG_9993

Berdasarkan rekomendasi American Heart Association (AHA), anak usia 2 sampai 18 tahun sebaiknya tidak mengkonsumsi lebih dari 6 sendok teh (30 ml) gula tambahan per hari. Kalau kita bisa bikin makanan homemade terus setiap hari mungkin hal ini bisa dikontrol, tapi kalau jajan dan beli makanan jadi di luar, susah ya! 😅 Yang bisa kita lakukan hanya meminimalisir kadarnya aja lewat portion control atau pilihan alternatif yang lebih sehat (selalu cek komposisi makanan dan nutrition label). Sebisa mungkin, batasi juga makanan dan minuman manis yang hanya sedikit (atau bahkan tidak) mengandung nutrisi seperti minuman manis, cookies, kue, dan permen.

Kata Dr. Sears, semua anak terprogram dari sananya untuk suka manis; apalagi ASI itu sangat manis untuk bayi. Tapi kalau kita berhasil “menjinakkan” lidah manis ini sedini mungkin, keinginan untuk makan yang manis-manis akan berkurang ketika besar nanti. Jadi anak ngga akan selamanya punya sweet tooth. Untuk Arga, biasanya saya batasi manis-manisnya hanya dari buah, smoothies, atau yogurt. Selain karena alasan di atas, dia juga sikat giginya masih tergantung mood, kadang mau disikatin yang bener kadang engga (dan udah bisa protes!). Baru deh kalau lagi liburan atau special occasion saya agak santai soal coklat, kue, es krim, dan makanan manis lainnya (karena Arga juga sudah dua tahun). Tapi karena ngga terbiasa makan makanan yang super manis, biasanya Arga hanya makan sedikit aja ngga sampai habis. Kayak cotton candy ini, yang ternyata hanya dia makan lima suap 😓 Sisanya buat nambah kalori papa mamanya karena dibuang sayang huhuhu.

IMG_9989

Adakah yang punya anak sweet tooth? Share ya 🙂

With love,

Mom @atoddlersfooddiary

One thought on “Sweet Tooth Pada Balita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s