Smoothies Untuk Bayi dan Balita

Sejak umur sekitar 10 bulan, Arga sudah mulai rutin saya kasih smoothies di antara waktu makan atau sarapan. Awal-awal kuantitasnya belum banyak, mulai dari sekitar 30-50 ml dulu untuk satu hari lalu pelan-pelan dinaikkan sesuai respon anaknya. Yang pasti di bawah usia 12 bulan, jangan sampai smoothies jadi cairan pengganti ASI/sufor ya, namanya juga MPASI ๐Ÿ˜šย Disini saya mau share kenapa saya suka banget ngasih smoothies ke Arga. Tapi sebelumnya, sudah tahu belum bedanya jus dengan smoothies? Mari kita lihat sama-sama hihi.

Juicing adalah proses mengekstrak air dan nutrisi dari sayur dan buah-buahan dan membuang serat yang sulit dicerna. Tanpa serat, sistem pencernaan kita ngga harus bekerja keras untuk mencerna dan menyerap nutrisinya. Tapi ketika kita membuang seratnya, cairan jus ini akan sangat cepat diserap oleh aliran darah yang bisa menimbulkan sugar high! Itulah kenapa untuk bayi dan balita, sangat disarankan untuk mencampur jus dengan air karena kandungan gulanya yang lumayan tinggi.

Blending. Berbeda dengan jus, smoothies terbuat dari buah atau sayuran utuh, termasuk kulitnya yang tinggi serat. Proses blending akan menghancurkan seratnya (sehingga membuat buah dan sayuran lebih mudah dicerna), dan juga membuat pelepasan nutrisi ke aliran darah lebih lambat dan rata untuk menghindari lonjakkan gula darah. Smoothies juga lebih mengenyangkan karena mengandung serat.

(Sumber:ย http://www.foodmatters.com/article/juicing-vs-blending-which-one-is-better)

Yak, begitu kira-kira bedanyaย ๐Ÿ˜‰ย Saya sendiri jarang banget memberikan jus ke Arga, kalau buat di rumah selalu smoothies. Kalaupun beli jus-jus dari supermarket, suka saya campur air lagi supaya ngga terlalu manis. Ini dia beberapa manfaat yang saya rasakan selama ini dengan memberikan smoothies ke Arga:

Praktis

Smoothies cepet banget dibikinnya. Cuma modal blender dan fresh produce,ย jadi deh minuman bergizi dalam 5 menit! Kalau belum sempat nyiapin sarapan, smoothies suka jadi pilihan minuman di pagi hari buat sekeluarga sambil saya nyiapin sarapan yang ringan lainnya.

Nutrisi tinggi

Namanya anak, makan buah dan sayur suka mood-moodan (dan makan apapun in general sih kecuali kerupuk ๐Ÿ˜‚). Jadi pas masa-masanya Arga lagi males makan buah dan sayur, salah satu cara saya memastikan dia tetap dapat nutrisinya adalah dengan smoothies. Tapi kalau anaknya lagi mau makan buah potong, smoothiesnya absen dulu.

Jarang sakit

Yang ketiga ini alhamdulillah, tapi saya yakin dengan makan buah dan sayur setiap hari itu bikin kita ngga gampang sakit.

All-in-one

Dalam segelas smoothies, saya berusaha memaksimalkan nutrisinya (mamak ngga mau rugi). Selain sayur dan buah, saya juga suka masukkin protein seperti tahu sutra, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Kalau semuanya habis diseruput, it’s a win! *wink wink*

Mengurangiย refined sugarย 

Anak kerap diasosiasikan denganย sweet toothย karena hampir sebagian besar suka dengan yang manis-manis. Smoothies dan buah adalah ‘dosis’ manis yang saya berikan setiap harinya. Kalau udah dapat dosis manis dari buah atau smoothies ini, kecenderungan untuk minta makanan manis lainnya dari cemilan jadi berkurang. Mari kurangi gula buatan dengan gula alami!

Kalau pas Arga lagi bosan minum smoothies dan mogok makan buah sayur, mamanya banyak doa aja biar cepet lewat episodenyaย ๐Ÿ˜‚ย biasanya harus variasi buah dan sayur lagi baru deh dia mau minum dan makan lagi. Sekarang di usia 2 tahun, Arga bisa minum smoothies sekitar 150 ml sekali minum.

Berikut tiga smoothies favorit Arga yang super simpel (for more recipes bisa lihat di IG ya ๐Ÿ˜Š):

Strawberry Tofuย 

  • 1/2 cup tahu sutra, rendam dengan air panas
  • 1/2 cup pisang
  • Stroberi
  • 3/4 cup susu cair
  • 35 es batu

Green Smoothie

  • Daun bayamย yang sudah dicuci bersih
  • Frozen berries (raspberry/blueberry/strawberry)
  • Pisang
  • Madu (optional)
  • Air

Avobanana Oat

  • Frozen banana
  • Alpukat
  • Kurma
  • Oats
  • Apel
  • Air

Semuanya bisa juga ditambahin biji-bijian juga seperti chia seeds, hemp seeds, dan lain-lain sesuai selera. Jangan lupa, smoothies harus segera dihabiskan setelah dibuat. Jadi lebih baik dibuat dadakan sebelum minum. Kalau ternyata ngga habis, bisa disimpan dalamย air tight containerย lalu dimasukkan kulkas. Opsi lainnya, papa mamanya habisin ๐Ÿ˜›

Love,

Mom @atoddlersfooddiary

 

3 thoughts on “Smoothies Untuk Bayi dan Balita

  1. Dulu sering bikin avobabana. Bikinnya kentel pake banget. Sekarang anaknya udah ga tapi Mau.
    Aaah terima.kasih mama arga resepnya. Kebetulan dinrumah afa stroberru. Jd semangat eksekusi bikin smoothies buat pagi jelang siang ini ๐Ÿ˜˜

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s