Review: Rangkaian Obat Diare Anak

Judulnya udah kayak semacam rangkaian produk skincare ya, padahal yang mau dibahas adalah rangkaian produk obat diare 😓 Cerita bermula dari Arga yang BAB-nya agak sedikit melunak sejak sampai di Indonesia. Mungkin karena capek, perubahan cuaca, dan perubahan makanan juga (banyak faktor sih ini). Tapi karena anaknya masih aktif, banyak minum, banyak makan, dan ngga demam, saya jadi cuma lebih hati-hati aja dalam pemilihan makan tapi ngga melakukan tindakan pengobatan apa-apa. Sampai akhirnya hari Minggu kemarin, badannya mulai panas dan tekstur BAB-nya jadi sangat cair, bahkan berlendir. Mulai lah saya panik. Walaupun frekuensi diarenya di hari pertama “hanya” empat kali dalam 24 jam, tetap aja ya panik. Apalagi mood Arga sangat-sangat berubah jadi ekstra rewel dan lebih gampang nangis, belum lagi ngga selera makan.

Penanganan pertamanya saya coba kasih banyak minum air putih supaya ngga dehidrasi (untungnya mau minum banyak) dan kasih teh hangat dengan gula (yang ini dia ngga suka). Yang pasti, susu saya stop dulu. Karena kemarin hari Minggu, ngga ada dokter anak yang praktek di daerah rumah saya. Akhirnya saya coba beli Tempra dulu aja untuk penurun panasnya. Eh, belum sempat diminumin, yang bersangkutan udah ketiduran duluan 😅 tapi alhamdulillahnya panasnya langsung turun alami gitu karena dia keringetan. Ini lumayan bikin tenang, dan juga terakhir kali dia diare itu pas siang dan sampai malam itu ngga keluar lagi. Karena kebetulan mertua dokter (bukan dokter anak tapi) 😀, beliau nyaranin kalau besoknya masih diare sebaiknya BAB-nya diperiksa di lab seperti Prodia. Karena kalau badannya demam berarti ada infeksi yang harus dicari tahu penyebabnya. Terus mama mertua juga konsultasi dengan dokter anak soal obat diare yang bisa diberikan ke Arga sesuai umurnya (24 bulan).

Ini dia obat dan penanganan diare yang disarankan oleh dsa dan dijual bebas di apotek (sebaiknya tetap dengan anjuran dokter):

IMG_2083

  • Lacto-B sachet isi 10 (Harga: Rp65.310)

Menurut kemasan, Lacto-B adalah formula khusus anak 1-12 tahun yang mengandung campuran bakteri asam dan vitamin untuk mengobati diare. Obat ini bentuknya serbuk yang bisa diminum langsung, dicampur ke makanan, atau minuman, dan diminum 3x dalam sehari. Katanya sih rasanya enak, tapi saya ngga nyoba. Nah Arga ini tipe yang mau minum obat kalau warnanya bening kayak air mineral. Mau rasanya gimana tetep aja dia doyan, malah minta nambah 😓 tapi berhubung ini serbuk, ngasihinnya rada dilema: ditelen langsung ngga mau, diaduk ke air warnanya jadi putih susu, dicampur ke makanan doi maunya finger food yang ngga bisa dicampur serbuk. Jadi rada-rada pake sistem pemaksaan disogok permen gitu makannya huhu. Arga minum ini pas diarenya udah berhenti di hari kedua sebenarnya, dan ngga muncul lagi setelah dua kali minum. Mudah-mudahan emang bener ngga muncul lagi, tapi nanti saya update kalau ada perubahan 🙏🏻

  • Sirup Zinkid Zinc Rasa Tutty Fruity (Harga: Rp37.813)

Sirup ini merupakan pelengkap untuk pengobatan diare pada anak-anak di bawah lima tahun, digunakan bersama oralit. Tujuannya untuk mencegah dehidrasi dan kekurangan nutrisi (penting banget untuk yang nafsu makannya super menurun kayak Arga!). Walaupun nanti diarenya sudah berhenti, sirup ini disarankan tetap diminum selama 10 hari (1x sehari) untuk menggantikan kandungan zinc yang hilang selama diare.

  • Pedialyte Bubble Gum 600 ml (Harga: Rp38.115)

Ini adalah cairan rehidrasi oral untuk pencegahan dan pengobatan dehidrasi ringan sampai dengan sedang akibat diare dan muntah. Setelah dibuka, dia hanya tahan tiga jam saja dan harus langsung dibuang kalau ngga habis. Satu botol isinya 600 ml, dan diminumkan sebaiknya setelah kehilangan cairan, Ada dua varian rasa di apotek: rasa original (kayak air kelapa kata mbaknya) dan rasa bubblegum. Karena Arga ngga suka air kelapa, saya pilih yang bubblegum. Warnanya juga pink-pink menarik gitu kan. Ah tapi, rasanya ngga enak 🤣 kayak rasa obat batuk tapi ngga manis tapi ada bau bubblegum tapi at the same time tawar gitu. Entahlah, susah jelasinnya. Abis nyeruput dua kali udah ngga mau deh Arga. Akhirnya….. dibuang sodara-sodara! Hiks, kayaknya lain kali kalau perlu lagi akan coba yang original aja deh.

Yes, itu dia pengobatan diare yang saya berikan ke Arga kali ini. Mudah-mudahan banget diarenya berhenti total dan mau makan lagi 🤗

Love,

Mom @atoddlersfooddiary

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s